PEKANBARU, SUARAPERSADA.com–
Kepala Bidang SMK Disdik Riau Yusri Rasul mengatakan, tahun ini DAK Fisik SMK Disdik Riau sebesar Rp 30 miliar lebih. Dana DAK ini diperuntukan untuk pembangunan berbagai sarana prasarana   di beberapa SMK di Kabupaten/kota di Riau. Demikian disampaikan Kabid SMK Disdik Riau, Yusri Rasul di ruang kerjanya, Jumat (9/9/2022).
Menurut Kabid SMK Disdik Riau ini, pola pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun ini ada empat tipe sistim swakelola. Pertama, tipe swakelola yang ditangani oleh Disdik langsung. Dimana Disdik membentuk tim perencana, tim pelaksana dan tim pengawas di internal sekolah dan di internal SKPD. Tapi tidak melalui mekanisme lelang.
Kemudian, tipe kedua yaitu melibatkan instansi pemerintah lainnya. “Kerja sama itu dengan badan khusus yang mempunyai keahlian tertentu yang dibutuhkan. Selanjutnya swakelola tipe ketiga melibatkan organisasi masyarakat (ormas). Dan terakhir, swakelola tipe keempat yaitu melibatkan kelompok masyarakat.
” Nah untuk tahun 2022 ini Disdik memilih swakelola tipe pertama. Yakni, ditangani langsung oleh Disdik,”terangnya.
Menurutnya, sebelum pekerjaan DAK 2022 dilaksanakan, pihaknya melaksanakan Rapat koordinasi dengan memanggil seluruh kepala sekolah penerima DAK. Yakni, 19 Sekolah yang terdapat di 9 Kabupaten/kota di Riau. Untuk koordinasi pelaksanaan DAK mulai persiapan, pengerjaan, penyelesaian sampai pengawasan hingga laporan pelaksanaan, terangnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan pekerjaan fisik yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini harus dilakukan sesuai juknis, sesuai regulasi serta mekanisme yang telah ditentukan. Harus lebih baik dan berkualitas dan fungsional. Hal ini kita lakukan agar tidak ada masalah yang timbul di kemudian hari, pungkasnya.(jsR).























































