PEKANBARU, SUARAPERSADA. com- Sudah lima tahun berjalan Pembangunan Pasar Induk Pekanbaru yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, yang dilaksanakan oleh PT.Agung Rafa Bonai selaku pengembang, namun hingga 2021 belum ada tanda-tanda akan selesai bahkan terkesan mangkrak.
Semestinya pasar ini sudah selesai akhir 2019 dan beroperasi pada tahun 2020 silam. Sebagaimana rencana Pemko Pekanbaru pasar ini akan difungsikan menjadi pasar grosir juga sebagai pasar tradisional di kota Pekanbaru. Dengan harapan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pekanbaru.
Menanggapi kondisi pembangunan Pasar induk Pekanbaru tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemerhati Kesejahteraan Rakyat (LPKR) Riau, Andrws mengatakan, keterlambatan pembangunan tersebut tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dari Pemko Pekanbaru “Masak sudah lima tahun tak kunjung selesai. Kalau dari awal pelaksanaan di awasi, tentu tidak akan demikian. Sekarang sudah mulai ribut baru akan di evaluasi, itupun baru rencana,” kritik Andrws.
“Melihat kondisi ini, terkesan ada pembiaran, sehingga patut diduga ada kepentingan oknum-oknum tertentu,” ucapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Pekanbaru, Ingot Achmad Hutasuhut yang dikonfirmasi, terkait lambatnya pembangunan pasar induk tersebut serta langkah dan kebijakan yang akan dilakukan Pemko Pekanbaru. Ingot mengakui bahwa masalah ini sedang dalam pembahasan. Dan berkemungkinan besar akan dilakukan evaluasi terhadap pengembang, ujar Ingot di depan MPP Pekanbaru, Rabu (15/9/2021).
Dikatakan Ingot, pembangunan Pasar induk tersebut bentuk Perjanjian kerjasama(PKS)).Nah, dalam PKS ini ada tata cara penyelesaian apabila terjadi permasalahan. Terkait lambatnya progres pembangunan ini, memang sudah diidentifikasi adanya permasalahan yang sifatnya global, ucap Ingot.
Untuk itu, dalam waktu dekat, pengembang akan kita panggil dan minta penjelasan. Jika memang sudah tidak memungkinkan makan kita akan putuskan kontrak kerjasama nya. Ia juga menilai bahwa kerjasama lanjutan sepertinya sudah tidak memungkinkan, kata Kadisperindag ini.
Ditanya progres atau persentase pembangunan Pasar Induk tersebut. Menurut Ingot, hingga saat ini sudah mencapai sekitar 60 persen. Dan Pemko Pekanbaru tetap berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan Pasar Induk Kota Pekanbaru tersebut, pungkasnya.(jsR)






















































