PEKANBARU, SUARAPERSADA.com– Mewujidkan program “Riau Hijau” menuju Riau lestari masyarakat Sejahtera, DLHK Riau terus mencetuskan berbagai inovasi dalam rangka optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, pengendalian lingkungan hidup serta memanfaatkan sumber daya alam bumi Lancang kuning.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (DLHK) Riau, M Murod, Jumat (15/4/2021) menjelaskan OPD yang dipimpinnya merupakan kunci suksesnya program Riau Hijau, karena 70 persen program tersebut merupakan tanggung jawab DLHK, terangnya.
Menurut M Murod, sejak program ini dilaksanakan, pihaknya telah mencetuskan berbagai Inovasi. DLHK telah melaksanakan berbagai kegiatan, salah satunya dengan penyediaan bibit tanaman hutan yang diberikan kepada masyarakat secara gratis.
Hingga tahun 2020, DLHK Riau telah berhasil mendistribusikan sekitar 1,8 juta bibit tanaman kayu- kayuan kepada masyarakat untuk ditanam di lahan kosong, urai Murod
Dikatakan M Murod, dalam tahun 2021 ini, selain meningkatkan tutupan tanaman hutan, DLHK menargetkan satu juta bibit tanaman yang produktif, seperti, Jengkol, Petai, Pinang dan Matoa. DLHK Riau akan
bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut Mangrove (BRGM) dengan sasaran kegiatan reboisasi kawasan gambut dan eks karhutla, sebutnya.
DLHK bersama BRGM akan lebih mengarah kepada restorasi ekosistim bukan eksploitasi. Kawasan hutan dan gambut akan di rehabilitasi, pengayaan, dengan sasaran kegiatan di kawasan eks HPH. Yaitu, pembasahan kawasan gambut dengan pembuatan skat kanal pada aliran-aliran yang langsung ke laut, membuat Sumur Bor. Dalam tahun ini juga akan dibuat 100 skat kanal dikawasan ideologis gambut atau HD, papar Makmun Murod.
Selanjutnya kata M Murod, DLHK akan melakukan reboisasi di kawasan eks karhutla dan kawasan gambut. Kawasan hutan akan di rehabilitasi dengan sasaran kawasan eks HPH agar hutan yang sebelumnya compang camping akan pulih kembali. Dalam kegiatan ini, kita melibatkan perusahaan besar, seperti PT.Indah Kiat dan RAPP, dengan perizinan restorasi ekosistem. Yang artinya, hanya membenarkan penanaman, tidak boleh dilakukan penebangan, terangnya.
Menurut Murod, melihat kondisi sosial masyarakat di wilayah kantong-kantong kemiskinan, terutama yang bertempat tinggal di dekat wilayah kegiatan, akan dilakukan upaya peningkatan ekonomi. Mereka akan dibantu dengan memberikan bantuan berupa ternak. Dan kepada kelompok usaha akan dibantu dengan memberikan permodalan yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia, tuturnya.
Kemudian kepada masyarakat yang tinggal di daerah hulu, seperti Kwansing, Kampar dan Rokan Hulu, DLHK akan mendorong untuk melakukan penanaman tanaman hutan di daerah-daerah kritis. Selanjutnya, Balai Pelatihan DLHK. akan diberikan pelatihan, bagaimana cara pengolahan Madu juga cara mengolah produk-produk dari Mangrove.
Ia berharap, dengan berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan, pihaknya optimis program strategis ini bisa terwujud, tutur Makmun Murod. (jsR)
























































