Kasek SMAN 13 Pekanbaru: Suksesnya Program PJJ, Pengawasan Orang Tua Sangat Menentukan

0
296
Kepala Sekolah SMAN 13 Pekanbaru, Abdul Gafar

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com –Dengan segala keterbatasan SMAN 13 Pekanbaru tetap berusaha maksimal dalam penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistim online. Artinya, tidak berbeda dengan sekolah-dekolah lain di Pekanbaru. Demikian disampaikan Kasek DMAN 13 Pekanbaru, Abdul Gafar, saat disambangi media ini diruang kerjanya, Kamis (5/11/2020).

Dikatakan Abdul Gafar, setiap harinya sekolah melaksanakan pembelajaran secara Online sebanyak empat mata pelajaran (Mapel), mulai dari pukul 7.30 hingga 12.30 Wib. Namun dalam sistim pembelajaran online ini, tidak semua siswa bisa mengikuti. Dengan alasan, tidak memilimi android, punya android tapi tidak ada paket internet dan yang ketiga malas, ujarnya.

Dalam pembelajaran online, guru melakukan pemantauan arau mengabsen terhadap siswa yang mengikuti pembelajaran. Jika terdapat ada siswa berkali-kali tidak mengikuti pembelajaran, maka akan dilakukan pemanggilan terhadap siswa dan orang tua, atau ditelepon untuk menayakan alasan. Selain itu sekolah juga melakukan tugas home fisik. Dalam program ini, siswa harus melampirkan bukti fiksik atas tugas yang dikerjakan dirumah, terang Abdul Gafar.

Seorang Siswa Tengah Mengambil Materi atau Tugas belajar Yang Disiapkan Guru di dalam Kotak

Selanjutnya bagi siswa yang tidak ikut belajar online, sekolah memberikan kemudahan dengan membukan pembelajaran sistim laring atau of line. Sistim ini, siswa datang kesekolah untuk mengambil materi pelajaran yang sudah disiapkan pada kotak dan sebaliknya menyerahkan lembar hasil kerja seswa. Dengan ketentuan wajib mematuhi protokol kesehatan, sebut Abdul Gafar.

Ditegaskan Abdul Gafar, belajar dengan sistim online ini untuk bisa mencapai hasil sempurna, membutuhkan pengawasan orang tua sebesar 75 hingga 80 persen. Karena sekolah tidak bisa memantau apa dan dimana posisi anak. Jadi yang lebih tahu kegiatan anak adalah orang tua.

Dakuinya, pembelajaran sistim online pastilah ada kendala, karena guru dituntut untuk memahami IT, yang sebelumnya kurang ditekuni. Untuk itulah, sebelum sistim ini diterapkan, para guru mengikuti workshop. Namun demikian, bisa dipastikan capaian siswa dengan sistim online tidaklah sama dengan tatap muka, paparnya.

Dia menambahkan, sekalipun pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 ni tidak ada capaian kurikulum, bamun SMAN 13 Pekanbaru tetap berusaha maksimal, sehingga roh pendidikan itu tetap jalan.

“Untuk suksesnya pembelajaran ini, Abdul Gafar mengharapkan dan menghimbau para orang tua, agar proaktif mengawasi aktifitas anak di rumah. Artinya, awasi dan tuntun mereka agar tetap mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru,” tutupnya. (jsR)

Tinggalkan Balasan