Kesal Bantuan Covid-19 Tak Kunjung Disalurkan, PMIP Berikan Sembako Kepada Bupati Serta Ketua DPRD Rohul

0
209
Paket Sembako Untuk Bupati dan Sekda Kabupaten Rokan Hulu

ROHUL, SUARAPERSADA.com – Beberapa warga yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Indonesia Perjuangan mendatangi Ketua DPRD Rokan Hulu seraya membawa bingkisan dan menyerahkan langsung kepada ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra, Kamis (30/1).

Menyikapi kedatangan warga tersebut, Ketua DPRD Rohul hanya bisa nyengir dan kikuk saat disodori bantuan paket sembako oleh perwakilan masyarakat. Pasalnya paket Sembako tersebut tidak seperti layaknya orang memberikan bantuan.

Adapun isi masing-masing bingkisan, terdiri dari, Beras sebanyak tiga sendok. Lalu kalau bantuan paket sembako biasanya ada telor ayam ras, masyarakat ini justru memberikan dua butir telor puyuh. Ada juga sebungkus mie instan serta sehelai masker.

Semua paket sembako tersebut dikemas dalam dua kardus sedang. yang bertulisan “Biaya Anggaran 12,6 M tanpa mark Up, Dari Anggaran Dapur Rakyat, Jangan Rebutan, Malu Kita”, tulisnya.

Kepada ketua DPRD Rohul, masyarakat menyerahkan 45 paket sembako, persis sama dengan jumlah anggota DPRD Rohul.

Selanjurnya masyarakat tetsebut memasuki ruangan Sekretaris DPRD Rohul, Budhia Kasino. Di sana mereka menitipkan paket sembako untuk Bupati Rohul, Sukiman dan Sekretaris Daerah Rohul, A Haris.

Ketua DPRD Rokan Hulu, Novliwanda Ade Putra, mengapresiasi kritikan yang disampaikan oleh Persatuan Masyarakat Indonesia (PMI) Perjuangan ini. Sepanjang itu masih dalam koridor yang tepat, Saya menerima dikritik dalam bentuk apapun,” aku Ketua DPRD Rohul, Novliwanda Ade Putra

Diakuinya, hingga saat ini penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Rohul lamban. Tapi itu terjadi lantaran aturan dari pusat yang berbelit-belit, ujarnya.

DPRD Rohul sendiri kata Novli sudah mendorong Pemkab Rohul untuk mempercepat penanganan Covid itu. Tapi itu tadi, secara regulasi pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa lantaran aturan yang ada adalah domain pemerintah pusat, sebutnya.

“Kita tak bisa mengotak-atik aturan, lantaran pembahasan dan aturan itu dari pusat. Tidak bisa dilakukan di daerah,” tegasnya.

Koordinator PMI Perjuangan, Umri Hasibuan, tak menampik kalau penyerahan paket sembako tadi adalah bentuk kritikan dan sindiran atas lambannya kinerja pemerintah dan legislatif menangani Covid 19.

“Sumbangan sembako itu juga sebagai simbol keresahan masyarakat atas lambannya kinerja pemerintah dalam merespon kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Pemkab Rohul kata Umri, sudah mencairkan anggaran untuk penanganan Covid 19 tahap pertama sebanyak Rp12,6 miliar. Tapi kemana dan seperti apa penggunaan dana itu, masih belum jelas dan belum dirasakan oleh masyarakat yang terdampak Covid 19 di Rohul.

“Anggaran sudah disiapkan, kepala daerah juga sudah menyampaikan anggaran untuk membantu kesulitan masyarakat. Tapi sampai sekarang masyarakat bertanya-tanya soal bantuan itu,” ujarnya.

Umri menegaskan, PMI Perjuangan tak berhenti sampai di sini. Kami akan datang lagi ke kantor dewan untuk menyampaikan kritik lanjutan hingga ada kejelasan soal penggunaan anggaran Covid 19 ,pungkasnya.***(Ds)

Tinggalkan Balasan