
ROHIL, SUARAPERSADA.com – Akibat intensitas hujan yang relatif tinggi, ratusan rumah warga di Kabupaten Rokan Hilir terendam banjir. Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengungsi kerumah saudara terdekat, sementara warga lainnya memilih bertahan di rumah masing masing.
Lokasi banjir dilaporkan berada di Kecamatan Rantau Kopar, tepatnya di Desa Sekapas, Kelurahan Sungai Rangau dan Kecamatan Tanah Putih (TP), Desa Teluk Berembun, Kepenghuluan Putat.
Banjir terjadi akibat debit air sungai Rokan yang meluap 5 sampai dengan 40 centimeter menggenangi halaman rumah rumah warga maupun perkantoran serta fasilitas umum lainnya. Seperti Kantor Penghulu Desa Sekapas.
Kemudian luapan air sungai Rokan juga menggenangi Sekolah Dasar (SD) 03 Sekapas, PAUD dan MDA. Pihak sekolah pun berencana akan meliburkan para siswa siswi-nya sampai situasi dianggap aman.
Selain kantor penghulu dan bangunan sekolah, 12 unit rumah milik warga setempat juga ikut terendam banjir, sementara, warga terdampak banjir memilih mengungsi ke rumah saudara terdekat.
Di Kelurahan Sungai Rangau, luapan air turut merendam 119 unit rumah milik warga, satu unit sekolah SMP, sekolah dasar (SD) 02 juga ikut tergenang air. Adapun lokasi lainnya, yakni di Desa Teluk Berembun. Tepatnya di RT 02. Disana dilaporkan 12 unit rumah terendam air, namun warga setempat masih memilih tinggal di rumah masing masing.
Sementara itu di Kepenghuluan Putat Kecamatan Tanah Putih dilaporkan 11 unit rumah juga terendam air, namun nihil pengungsi sebab menurut warga setempat luapan air masih dalam level aman.
Warga lainnya yang terkena banjir musiman akibat luapan air sungai Rokan tersebut, sebagian ada yang memilih mengungsi ke rumah keluarga terdekat, sementara warga lainnya lebih memilih bertahan di rumah masing masing.
Dikonfirmasi, Selasa 10 Desember 2019 malam, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0321 Rokan Hilir Mayor Inf Sumarno di dampingi Danramil 02/Tanah Putih mengatakan pihak TNI tetap berupaya untuk mengungsikan warga ke lokasi yang lebih aman. Namun warga menolak, sebab menurut warga, hal ini sudah biasa terjadi setiap tahun ketika musim hujan tiba.
Kendati demikian, Mayor Sumarno mengatakan, saat ini pihak TNI tetap berupaya mendirikan posko banjir berlokasi di Kantor Camat Rantau Kopar. Hal itu dilakukan pihak TNI demi menjaga keselamatan dan keamanan warga setempat.
“Kita sifatnya mendahului, karena kita melihat kondisi seperti itu jadi kita merasa kasihan dan langsung tanggap. Ternyata setelah kita turun ke lapangan masyarakat menolak untuk di ungsikan,” terang Kasdim Mayor Sumarno.**(man)





















































Hi there, just became aware of your blog through Google, and
found that it’s really informative. I’m going to watch out
for brussels. I will be grateful if you continue this in future.
Lots of people will be benefited from your writing.
Cheers!
Great web site you’ve got here.. It’s difficult to
find good quality writing like yours these days. I honestly appreciate individuals like you!
Take care!!
I am regular visitor, how are you everybody? This post posted at this web page is truly good.