DUMAI, SUARAPERSADA.com – Baru-baru ini, dua pasien yang tetelah menjalani bedah/operasi mulut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai ” menjerit ” akibat pembayaran terlalu mahal.
KS dan BMS missal nya, saat hendak meninggalkan Rawat Inap RSUD yang berada di sekitar Jalan S Syarif Kasim Dumai itu. Kedua pasien korban kecelakaan berlalulintas ini menyampaikan keluhannya kepada wartawan suarapersada.com.
Dalam keluhannya kedua pasien ini mengaku sangat terkejut melihat besarnya jumlah tagihan yang harus mereka bayarkan ke pihak Kasir RSUD Dumai.
“Masa’ hanya operasi kecil di mulut dan menginap hanya dua hari dua malam di ruang Irna Bedah dikenakan biaya sebesar Rp. 10.363.098 (Sepuluh Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan Rupiah),” ungkap mantan pasien RSUD Dumai berinitial BMS beberapa waktu lalu.
Demikian halnya dengan keluhan KR. Pasien yang mengalami bibir pecah akibat laka lantas ini juga mengatakan sangat terkejut saat mengetahui besar tagihan yang harus mereka bayarkan kepada pihak RSUD Dumai.
“Kalau kita warga mampu itu tidak masalah,” ujar KR lewat telepon genggamnya beberapa waktu lalu.
Disinggung kenapa tidak memakai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) saat mau berobat ke RSUD Dumai ?
“Awalnya keluarga mengusulkan pendaftaran melalui BPJS. Namun menurut pihak rumah sakit kepada keluarg bahwa pasien laka lantas tidak masuk BPJS. Makanya pendaftarannya menjadi umum,” ujar KR seraya menunjukkan dokumen bukti tagihan yang diberikan pihak RSUD Dumai.
Sementara dr Rido selaku Direktur RSUD Dumai, saat dikonfirmasi terkait kebenaran keluhan warga berinitial KR dan BMS lewat nomor WhatApps-nya. Yang bersangkutan belum memberikan keterangan.**(Mulak Sinaga)





















































