Konstruksi Beton Oprit Jembatan Lingkar Sungai Dumai ‘Retak’

2
1177
Keretakan pada kontruksi Proyek Jembatan lingkar Sungai Dumai yang dibangun PT Pelindo I

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Konstruksi beton Oprit Jembatan Lingkar Sungai Dumai yang dibangun oleh PT Pelindo I (Persero) melalui kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya mengalami kondisi keretakan.

KEterakan Beton Oprit tersebut berada sisi sebelah barat jembatan dan sangat jelas terlihat, sedangkan beton oprit sebelah sisi timur juga tampak mengalami kemiringan diduga karena kondisi retak.

Kondisi beton oprit yang mengalami keretakan-keretakan tersebut merupakan proyek (kontrak) seksi atau tahap pertama, dikerjakan PT Brantas Abipraya.

Proyek Jembatan lingkar Sungai Dumai ini dikerjakan dua tahap. Tahap pertama dan tahap kedua proyek menelan anggaran BUMN melalui PT Pelindo I (Persero) besarnya cukup signifikan yakni sekitar Rp 125 miliar.

Untuk anggaran tahap pertama sebesar Rp 75 miliar dan tahap dua sebesar Rp 50 miliar sebagaimana pernah diakui pihak Pelindo I Cabang Dumai.

Pantauan Crew suarapersada.com dilapangan hingga Jumat (27/9-2019), kondisi beton oprit sebelah barat jembatan baik sisi kanan dan kiri jembatan cukup meragukan dengan kondisi tersebut.

Belum diketahui secara spesipik apa penyebab sehingga beton rigid oprit jembatan mengalami keretakan yang diduga akan berdampak buruk.

Sumber media ini menyebutkan, kondisi oprit mengalami keretakan bisa diduga akibat kelalaian pihak kontraktor yang tidak kehati-hatian saat mengukur atau analisa terhadap perubahan kontur tanah atau timbunan.

Atau adanya indikasi pengerjaan pengecoran beton oprit jembatan dikerjakan tidak sesuai aturan konstruksi beton atau tidak sesuai ketentuan rab.

Dan tidak tertutup kemungkinan akibat kurangnya tim pekerja menganalisa stabilitas keseimbangan beban berat sendiri karena jembatan baru selesai dikerjakan dan belum dilalui mobil angkutan berat sudah retak, ujar sumber menduga.

Jembatan lingkar Sungai Dumai ini menghubungkan jalan Datuk Laksamana di kawasan pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai dengan jalan menuju terminal hingga jalan lintas Bukit Timah maupun Pekanbaru dan Medan Sumatera Utara.

Dengan kondisi beton oprit sisi kiri dan kanan sebelah barat mengalami keretakan, maka kondisi jalan injak atau tumpuan jalan menuju jembatan tampak deformasi atau kondisi tapak jalan turun maka tidak sesuai alinyemen jalan.

Berbagai sumber media ini meragukan kondisi beton oprit jembatan yang kondisi retak-retak. Jembatan belum dilalui kenderaan angkutan berat sudah mengalami kerusakan, bagaimana kedepan setelah jembatan dilintasi truck-truck tanki CPO dengan berat beban sekitar 30 ton, ungkap sumber bertanya.

Dengan kondisi beton oprit jembatan yang retak, humas PT Brantas Abipraya kepada media ini sebelumnya menyebut akan memperbaiki yang retak karena masih ada masa perawatan, namun pantauan media ini dilapangan, Jum’at (27/8-2019), kondisi beton oprit masih tampak retak-retak dan tidak kunjung dikerjakan.**(Tambunan)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan