PELALAWAN SUARAPERSADA.com- Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Tito Karnavian dan Panglima TNI, Hadi Tjanjanto, bersama sejumlah pejabat terkait, menggelar patroli udara memantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, Ahad (15/9)
Dalam kunjungannya, Kapolri didampingi Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Karo Provost Divisi Propam Polri Brigjen Pol.Hendro Pandowo, dan Koorspripim Polri Kombes Pol Ferdy Sambo.
Setibanya di Lanud Roemin Nurjadin Pekanbaru, Kapolri beserta rombongan langsung menuju gedung Pandawa dan bertemu dengan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjanjanto, yang sebelumnya sudah tiba di Pekanbaru sabtu lalu.
Selanjutnya rombongan Kapolri dan Panglima TNI bersama Gubernur Riau, Ka BNPB, Dirjen Gakum LHK, Pangdam I/BB,Kapolda Riau, Asops Panglima TNI, Asops Kapolri dan Kapus Meteorologi BMKG. Dengan menggunakan dua Heli Super Puma TNI AU, pada pukul 10.40 WIB bertolak melaksanakan patroli udara untuk meninjau titik api di Kabupaten Pelalawan Riau.
Rombongan tiba di Desa Kerumutan Kabupaten Pelalawan langsung menuju titik pemadaman api dengan menempuh jalur darat. Kapolri dan Panglima TNI meninjau langsung dan berdiskusi dengan anggota TNI dan Polri yang bertugas melakukan pemadaman api. Dalam diskusi tersebut, salah satu kendala dilapangan adalah sulitnya mencari sumber air untuk melakukan pemadaman. Sehingga cara yang efektif adalah dengan water boombing, sebut, Hadi Tjanjanto.
Dalam waktu yang sama Kapolri juga menyampaikan hasil pengamatan dari udara bahwa lahan perkebunan, baik kebun Sawit maupun hutan tanaman industri tidak terbakar. Tetapi yang terbakar rata-rata hutan atau semak. Artinya, sengaja di bakar bukan natural. Kebakaran sengaja dibuat oleh pelaku untuk land clearing dengan harga murah. Jadi langkah yang perlu dilakukan adalah soft dan keras. Jadi kepada jajaran Polda Riau akan saya berlakukan reward and punishment, supaya serius mendeteksi siapa saja yang melakukan pembakaran itu. Saya berkeyakinan orang yang melakukan pembakaran adalah kelompok orang-orang itu juga. “Masak kita gak bisa deteksi,” tegasnya.
Menurut Tito Karnavian, sama saja kita cari maling, cari teroris kita bisa, masak cari pembakar tidak bisa?. Wilayah Kerumutan ini bukanlah daerah yang padat penduduk seperti di Jawa, penduduknya relatif jarang. a
Artinya komunitas itu saling kenal satu sama lain. Nah, ini harusnya bisa dideteksi. Lakukan pendekatan kepada mereka atau petugas pro aktif melakukan penangkapan. Kalau ada pembakaran tetapi tidak bisa tangkap, bagi saya itu kegagalan operasi penegakan hukum dan pasti akan saya berikan sanksi, tegas Kapolri.
Sesaat meninggalkan lokasi, Panglima TNI dan Kapolri memberikan dukungan dan motivasi kepada anggota yang bertugas dilapangan. Kedua pejabat tinggi negara tersebut juga menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas kerja keras seluruh anggota TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Karhutla yang sampai saat ini masih melakukan pemadaman. Diharapkan dalam waktu dekat ini segera turun hujan agar permasalahan kebakaran ini segera selesai.(DIR***)























































