Belum Setahun Dibangun, Gedung Unit Baru SMK Rumbai Sudah Retak-Retak

2
1763

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Hasil Pekerjaan proyek pembangunan gedung SMK di kecamatan  Rumbai kini sungguh sangat memprihatinkan. Pasalnya, umur bangunan yang belum mencapai satu tahun kini kondisi nya sudah mengalami retak retak.

Bahkan bukan itu saja, Kegiatan pembangunan yang didanai oleh APBD Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini diduga dikerjakan asal jadi. Pun demikian dalam proses pengerjaannya juga diduga terjadi pengurangan volume sebagaimana tertera dalam desain gambar maupun Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang sudah di buat dalam kontrak.

Pengurangan volume yang dimaksud ialah, pekerjaan proyek bangunan yang seharusnya dikerjakan maksimal dan full seperti di dalam kontrak kerja namun tidak dilaksanakan sepenuhnya.

Sehingga, mulai dari material dan pengerjaan konstruksi bangunan tersebut diduga ada indikasi penyimpangan tindak pidana korupsi pasca PHO (Provisinal Hand Over) yang dilakukan oleh pejabat terkait.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI), Mattheus Simamora saat melakukan investigasi bersama Tim suarapersada.com terhadap gedung yang berlokasi di Kelurahan Ranto Panjang, Kecamatan Rumbai tersebut.

Fakta-fakta dilapangan menyebutkan bahwa pembangunan gedung untuk Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian itu dikerjakan asal asalan.

“Kita menemukan bangunan yang sudah selesai dikerjakan pada tahun 2017 lalu, namun sudah retak retak. Umur bangunan dinilai tidak akan bertahan lama kalau melihat hasil kerja pihak rekanan seperti ini,” sebutnya.

Dia (Mattheus-red), menjabarkan lebih lanjut, pada saat di lokasi bahwa proyek yang anggaran nya senilai Rp 2.367.973.500 itu diduga ada unsur tindak pidana didalam nya.

“Didalam kontrak yang sudah disediakan oleh dinas sebagai acuan dalam mengerjakan proyek tersebut ada tiga nama gedung yang dibangun, yaitu gedung  untuk ruang kantor, ruang praktek dan ruang teori,” paparnya.

Lanjutnya lagi, sesuai  gambar dan RAB, semestinya Cor Kolom ruang kantor guru. di ada 9 tiang, namun yang dikerjakan hanya ada 8 tiang,” katanya menjelaskan.

“Kemudian cor kolom ruang guru di samping dan di depan terlihat sudah retak retak bersama dinding nya. Kita menduga pada saat mengerjakan pihak kontraktor tidak melaksanakan sesuai speksifikasi dan RAB sehingga kondisi bangunan banyak yang retak retak. Ditambah lagi untuk pekerjaan plafond, tampak belakang di ruang guru sebagian tidak dikerjakan, karena plafond ekspose beton hanya ada 4 titik, sementara sebagian lagi langit langit ruang guru di tampak belakang wajib memakai plafond,” rincinya.

Sementara Rabat/cor beton Lantai ruang kantor guru sudah banyak yang retak retak, juga diduga dikerjakan asal jadi. Sedangkan untuk kaca jendela diduga tidak memakai intruksi speksifikasi dan kontrak yang tebal nya 5 mm, pemasangan daun pintu dan jendela  diduga tidak memakai kayu yang bermutu seperti yang diatur oleh speksifikasi. Saat ini, tiang dan dinding bangunan di ruang teori di lantai 1 dan 2 sudah mengalami keretakan.

Tim telah mencoba mengkonfirmasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  provinsi Riau, namun hingga berita ini diekspos dinas terkait belum menjawab secara resmi.**(Hombing)

2 KOMENTAR

  1. I am extremely inspired with your writing talents as neatly
    as with the layout to your blog. Is that this a paid
    theme or did you customize it yourself? Anyway stay up the nice high quality writing, it is rare to look a nice weblog like this one these days..

  2. After going over a number of the articles on your site,
    I seriously appreciate your way of blogging. I saved it to
    my bookmark site list and will be checking back soon.
    Take a look at my website too and let me know how you feel.

Tinggalkan Balasan