DUMAI, SUARAPERSADA.com – Perairan Laut Dumai di kawasan pelabuhan Pelindo Dumai dicemari tumpahan Minyak Kelapa Sawit berbentuk Minyak Goreng. Kejadian itu diperkirakan bermula sejak pukul 08.00 Wib, Selasa (24/2) ini.
Tumpahan minyak goreng itu terjadi di Dermaga B Pelindo Dumai saat sedang berlangsungnya loading minyak ke kapal dari salah satu perusahaan sawit di kawasan Pelindo.
Informasi diperoleh media ini, minyak yang tampak mencemari perairan laut Dumai disekitar Dermaga B itu disebut-sebut milik PT Inti Benua Perkasatama (IBP), namun hal itu dibantah pihak IBP. “Itu bukan minyak PKO IBP pak”, ujar Sarmin Humas IBP membantah ketika suarapersada.com menghubunginya.
Pantauan media ini di Dermaga B Pelindo Dumai, Kapal Tanker merek lambung Apollo Tank tampak sedang Loading/memuat minyak kelapa Sawit lewat pipanisasi. Namun hingga berita ini diangkat, suarapersada.com belum memperoleh informasi resmi dari pihak Kesyahbandaran siapa pemilik minyak dimaksud.
Informasi yang diperoleh media ini dari sumber di Dermaga B menyebutkan, tumpahan minyak dimaksud diperkirakan sepuluh ton lebih. Tumpahan minyak itu katanya sudah bayak hanyut terseret arus laut yang sedang mulai surut. Sejumlah buruh di pelabuhan itu katanya menyempatkan diri mengambil tumpahan yang masih tersisa diatas trestle dermaga.
Ketika sejumlah awak media termasuk tiba di Dermaga B muasal minyak mentah itu mencemari laut, minyak kelapa sawit yang sudah berbentuk minyak goreng itu masih jelas tampak menggenangi permukaan air. Demikian diatas trestle Dermaga juga masih tampak tumpahan minyak itu. Bagaimana terjadinya tumpahan minyak dimaksud, belum diketahui media ini.
Kasi penyidikan dan penindakan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai, Manullang saat dikonfirmasi sejumlah awak media, mengakui bahwa pihaknya (Syahbandar) menyebut juga belum mengetahui siapa pemilik minyak itu.
Disebutkan Manullang, pihaknya akan turun kelapangan untuk melakukan investigasi. “Kami juga belum mengetahui perusahaan mana pemilik minyak yang tumpah itu. Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan,” ungkap Manullang. (Tambunan)




















































