PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Kegiatan Pengadaan sapi bali di 12 kabupaten Kota Provinsi Riau yang sempat menjadi sorotan media ini dan aktivis lembaga independen pemberantas pidana korupsi (LIPPSI), kini berlabuh menjadi laporan. Laporan tersebut di tujukan ke Direktorat Reserse Kriminal Kuhusus (Direskrimsus) Polda Riau.
Sebelumnya, Tim investigasi ini beberapa bulan yang lalu menemukan pengadaan sapi bali ini tidak terlaksana. Hal ini terungkap dari penuturan beberapa kelompok tani ternak yang terdaftar dalam kerangka acuan kerja (KAK) mengaku tidak ada menerima sapi-sapi tersebut.
Mendapati fakta tersebut LIPPSI melaporkan kegiatan pengadaan sapi bali itu ke bidang Tipikor Reskrimsus Polda Riau.
Hal ini di katakan Mattheus Simamora Ketua LIPPSI, selain membuka tabir pengadaan sapi bali yang sudah dianggarkan oleh Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) provinsi Riau itu, ia juga mencari tahu apa penyebab batalnya pelaksanaan proyek yang sudah di teken kontrak oleh pihak rekanan.
“Kami disini mencari tahu apa penyebab batalnya, karena dengan tidak terlaksananya proyek ini telah menyebabkan pemborosan dan kerugian keuagan daerah. Kok tidak dilaksanakan padahal sudah diteken kontrak oleh rekanan, kami menduga kegiatan pengadaan sapi bali ini bermasalah maka kami harus melaporkan kegiatan tersebut ke polda Riau,” ujarnya selasa (13/03/2018).
“Dasar laporan kita jelas, karena sejak dilakukan perencanaan dan pelelangan proyek ini, maka telah terjadi pembiayaan yang bersumber dari APBD. Jika tidak dilaksanakan maka, kerugian keuangan daerah harus dipertanggungjawabkan,” tandasnya.
Sementara Direktur Reserse Kriminal Kuhusus Polda Riau, Kombes Gideon Arif Setywan S.I.K S.H M. Hum saat di konfirmasi melalui WhatsApp menanggapi laporan tersebut, ia mengatakan akan mengcross-chek kebenaran laporan itu. “Saya cek ya.. karena saya belum dapat laporan ..” ujarnya kemarin Selasa (13/03/2018).
Untuk diketahui, sebelumnya, pemerintah provinsi Riau melalui dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan sudah melakukan lelang pengadaan sapi bali untuk 12 kabupaten kota yang ada di provinsi Riau pada bulan agustus 2017. Rencananya sapi ini akan dibagikan kepada 41 kelompok tani ternak yang ada di provinsi Riau.
Nilai anggarannya pun cukup fantastis, untuk pengadaan sapi bali yang dilaporkan ini nilainya sebesar Rp 7.355.400.000 dan dimenangkan oleh CV. Ismaya Buana.
Namun nyata nya saat Tim melakukan penelusuran ke lokasi ternak sapi, hingga saat ini sapi bali tersebut tidak ada diterima oleh beberapa kelompok tani ternak di beberapa wilayah kabupaten kota yang dimaksud.**(Hombing).






















































