ROKAN HULU, SUARAPERSADA.com – Bersempena kedatangan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo ke Kab. Rokan Hulu (Rohul) Riau pada bulan Februari ini dalam agenda Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan peresmian penanaman perdana PSR di Provinsi Riau sebagai penghasil sawit terbanyak di Indonesia sekaligus penyerahan sertifikat tanah masyarakat, Warga Rohul patut bersyukur. Karena tiga KUD kali ini dapat bantuan dana sebesar Rp.57,1 Miliar dari Pemerintah Pusat.
Kepada awak media, Senin(12/2/18) Kepala dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Rohul, Hardianto A SSTP mengatakan bahwa bantuan dana Program PSR sebesar Rp.57,1 M akan disalurkan melalui tiga KUD di tiga Kecamatan.
Total biaya indikatif peremajaan sawit sekitar Rp.68 juta per hektar. Dari total biaya tersebut Rp 25 juta per hektar bersumber dari Badan pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDB-KS) Pusat yang disalurkan melalui Perbankan yang ditunjuk ke Rekening Koperasi dan Kelompok Tani setelah ada progres pekerjaan PSR di lapangan.
Hardianto menjelaskan, dana bantuan PSR (hibah BPDP-KS) Rp.57,1 M itu, akan disalurkan ke 912 KK dengan total luas peremajaan kelapa sawit sekitar 2.286 Ha di tiga KUD Yang ada di tiga kecamatan, yakni KUD Intan Makmur kec. Kunto Darussalam seluas 698 Ha, dengan 271 KK penerima, KUD Mekar Jaya kec. Tandun seluas 731 Hektar dengan penerima 292 KK dan KUD Bangkit Usaha Makmur kecamatan Kabun seluas 857 Hektar dengan penerima 346 KK.
“Jadi totalnya 2.286 Ha luas peremajaan sawit rakyat dengan penerimanya 912 KK. Setiap petani mendapat bantuan Rp.25 juta per hektar dan setiap KK maksimal dapat bantuan 4 Hektar”. sebutnya.
Ditambahkannya, bantuan Rp.25 juta per Hektar tersebut nantinya akan digunakan untuk peremajaan sawit para Petani yang sudah harus dilakukan Replanting, mulai dari penebangan sampai pengadaan Bibit hingga penanaman kembali.
“Kita akan kerjasama dengan Bank- Bank yang ada di Rohul, seperti BRI, BNI dan BANK Riau,” ujar Hardianto.**(Hombing)






















































