Dibawah rimbunnya pepohonan karet Dusun Tiga Teluk Jering, Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Gubernur Riau (Gubri-red), Arsyadjuliandi Rachman bersama masyarakat melaksanakan makan Bejambau (berhidang), Sabtu (9/12/2017).
Kehadiran Gubri ditengah tokoh masyarakat beserta seluruh warga dusun itu membuat suasana menjadi lebih khas dalam kesederhanaan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Dusun Tiga Teluk Jering, Husni Mubarak, menyampaikan, panitia telah mempersiapkan acara tersebut sejak bulan November lalu. Acara makan Bajambau ini bertujuan menjalin silaturrahmi serta mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta Alam.
Kegiatan ini adalah inisiatif tokoh masyarakat beserta seluruh warga, karena sejak daerahnya dikenal sebagai objek wisata alam, banyak masyarakat luar yang datang sehingga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Acara ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah Subhanahu Wata’ala, karena telah memberikan alam yang banyak manfaatnya kepada masyarakat di daerah kami,” ujar Husni Mubarak.
Husni Mubarak menuturkan, awalnya mata pencarian masyarakat Dusun tiga Teluk Jering hanya mengandalkan dari sektor perkebunan karet dan perikanan. Namun, sejak kampung ini berubah menjadi objek wisata, pendapatan masyarakat semakin meningkat.
“Hal ini berkat kinerja bapak Gubernur Riau beserta jajarannya, yang saat ini sedang gencar-gencarnya menggenjot sektor pariwisata di Riau sehingga dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat,” sebutnya.
Adapun jumlah data jumlah wisatawan yang dilaporkan Husni Mubarak, rinciannya sebagai berikut, pada bulan Januari sebanyak 3.268, Februari 1.924, Maret 1.736, April 1.805, Mei 1.961, Juni 3.062, Juli 3.043, Agustus 4.157, September 4.672, Oktober 6.130 dan November 8.142 Wisatwan.
Selain itu Husni juga menuturkan adapun jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Teluk Jering berasal dari Korea sebanyak 23 orang, mahasiswa Malaysia 70 orang, Australia 6 orang dan Rusia 2 orang
“Pada hari minggu kampung ini ramai didatangi pengunjung, aktifitas jual beli di lokasi objek wisata alam Teluk Jering, bisa mencapai 20 juta per-hari,” jelasnya.

Gubri yang terlihat duduk beralaskan tikar mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepadanya. Menurutnya kondisi Alam Dusun tiga Teluk Jering merupakan anugerah tak terhingga yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
Kekayaan Riau, baik alam dan budayanya yang terbentang sepanjang aliran empat sungai besar yaitu Rokan, Siak, Kampar dan Kuantan-Indragiri dijadikan konsep untuk merunut potensi wisata yang ada di Riau, ucapnya.
“Teluk Jering tepat berada pada tepian sungai Kampar yang tentunya memiliki kisah unik. Di Negeri Serambi Mekah ini, peninggalan sejarah banyak tercecer mulai dari Candi Muara Takus hingga Kerajaan Gunung Sahilan. Kondisi itu semua memiliki potensi pariwisata berbasis budaya yang bisa dikembangkan,” urai Gubri yang akrab dipanggil Andi Rachman ini.
“Saya berpesan kepada seluruh warga Teluk Jering agar bisa menjaga kondisi alam sehingga bisa bermanfaat untuk anak cucu dikemudian hari,” urainya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh ketua kelompok sadar wisata Teluk Jering, Husni Mubarak, jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke objek wisata Teluk Jering sebanyak 39.900 orang.
Husni menjelaskan, peningkatkan kunjungan itu melonjak sejak bulan Juni 2017 lalu.” Kelonjakan ini dampak dari promosi melalui media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan media massa.**(Adv/hmsRiau)





















































