BENGKALIS, SUARAPERSADA.com – Pada Reses anggota DPRD Bengkalis dapil Mandau 25 – 30 Agustus 2017, Ir. Syamsu Dalimunthe (Syamda) melakukan acara temu ramah dengan masyarakat Desa Pematang Obo dan Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, bertempat dikediamannya Jl.Lintas Duri – Dumai KM 04 Kulim Duri, Sabtu (26/08) malam.
Hadir dalam acara itu, Pj.Kades Pematang Obo Amiruddin, SH, anggota DPRD Sihol Pangaribuan, Kepala KUA Mandau H.Drs.Carles Panjaitan tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW dan ratusan masyarakat.
Amiruddin, SH mengatakan, bahwa sang dewan adalah teman lamanya dan dengan istrinya pernah satu kloter berangkat naik haji. Atas nama pemerintahan Desa Pematang Obo, sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan sang dewan ditengah-tengah masyarakat.
“Tanggal 31 Agustus nanti, berakhirlah tugas dan tanggungjawab saya di Desa Pematang Obo, tetapi masih ada jabatan saya di kantor Camat Bathin Solapan dan di Disnakertrans. Saya mengucapkan terimakasih kepada pak Syamda, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan sepatah dua kata, pada kesempatan inilah saya mohon maaf kepada masyarakat, bila ada kesalahan dan kesilapan saya selama 7 bulan memimpin Desa Pematang Obo. saya menghimbau kepada anggota dewan kita yang berada di Kecamatan Bathin Solapan yang berjumlah 7 orang, agar dapat membantu pembangunan di desa-desa”, harapnya.
Sementara itu, Ir.Syamsu Dalimunthe dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa ia tiap tahun tak bisa tidur, karena memikirkan anak sekolah yang mau masuk ke sekolah negeri, kalau ada yang mau terus terang mengungkapkan pengurusan masuk sekolah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, habis mereka semuanya.
“Saya menghimbau kepada bapak/ibu mari kita dukung pak Sihol Pangaribuan menuju DPR RI pada pemilu 2019, karena kita tahu semua bahwa anggota DPR yang sudah kita pilih selama ini, tidak pernah turun dan bertemu dengan kita disini, jadi kalau pak Sihol rumahnya disini, kalau dia nantinya melenceng sudah saya siapkan pistol cabe, ya pak Sihol…,” candanya.
Tambahnya lagi,”Saya sampai hari ini tidak pernah menerima uang suap, pernah saya melihat hasil kerja kontraktor kurang bagus, langsung saya telepon kepala Inspektorat Bengkalis, agar diperbaiki, memang benar tidak berapa lama langsung diperbaiki”, ungkapnya.
“Kembali masalah SMA, lanjut Syamda lagi, saya dan teman-teman sudah menjumpai Menteri Pendidikan di Jakarta, untuk mengurus agar di daerah kita dibangun gedung SMAN, ternyata sangat mudah, syaratnya hanya bila ada tanah dihibahkan 2 Ha, dan bila bapak/ibu punya tanah 2 Ha mau dihibahkan, saya urus ada dana 2 Milyar untuk pembangunannya, silahkan bangun sendiri bisa.Jadi bukan SMAN saja , Puskesmas pun kita minta kepada pemerintah agar dibangun di Desa Pematang Obo atau Desa Balai Makam”, jelasnya.**(Julieser)





















































