Terkait Penganiayaan, Puluhan Jurnalis Unjuk Rasa

0
511

MEDAN, SUARAPERSADA.comPuluhan jurnalis gabungan dari sejumlah organisasi pers menggelar unjuk rasa terkait penganiayaan jurnalis Adi Palapa Harahap, yang bekerja sebagai kontributor iNews TV (MNC Biro Medan). Aksi berlangsung tertib di bundaran air mancur Jalan Sudirman Medan, Rabu (29/03).

Pantauan wartawan dalam orasi itu hadir perwakilan Badan Pengurus Harian (BPH) Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Persatuan Foto Indonesia (PFI) Medan, Forum Jurnalis Medan (FJM), Aliansi Media Cyber Indonesia (AMCI) dan sejumlah paguyuban jurnalis lainnya.

Ketua Pengda IJTI Sumut, Budiman Amin Tanjung, mengatakan aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap korban yang mendapat tindak kekerasan dari pihak tidak bertanggungjawab.

“Jurnalis bekerja dilindungi undang-undang. Oleh karena itu, preman jangan menggunakan hukum rimba,” tegas Budi.

Dia juga mendesak Dan Lantamal I Belawan untuk mengusut oknum TNI AL yang disinyalir terlibat dalam penganiayaan.

“Aparat pemerintah harusnya sebagai pengayom dan pelindung, bukan sebaliknya menjadi alat menganiaya masyarakat,” ujarnya.

Budi juga mengapresiasi kinerja Polda Sumut yang tanggap dengan mengamankan tiga dari belasan tersangka.

“Kita mendorong Polda Sumut menangkap tersangka lain yang saat ini masih bebas berkeliaran. Basmi aparat nakal yang membacking mafia tanah maupun usaha ilegal. Institusi Polri jangan dicemari oleh oknum nakal untuk kepentingan pribadi,” sebut Budi.

Diketahui, dari sekitar 15 orang tersangka penganiayaan, tiga diantaranya telah diamankan Polda Sumut dari tanah garapan Jalan Haji Anif, Selasa (28/03) sekira pukul 15.00 WIB.

Ketiga tersangka masing-masing Parlin Sitorus yang berperan sebagai membawa tersangka lainnya ke rumah korban. Kemudian Torang Silaen, berperan turut melakukan penganiayaan terhadap korban dan terakhir Hokbin Sinaga, yang berperan mengetuk pintu rumah korban.*Win

Tinggalkan Balasan