Kata Kasar Itu Saya Ucapkan Pada Orang Yang Mengaku Wartawan !!

0
440

DURI, SUARAPERSADA.com – Terkait terbitnya berita di salah satu media online (GR) terbitan Pekanbaru pada hari Jumat 24 February 2017 minggu lalu, yang berjudul “Saat berikan pelayanan di kantor, honorer UPT Dinas Sosial Mandau lontarkan kata-kata kasar kepada masyarakat,” menjadi polemik bagi honorer tersebut, sehingga ia membuat bantahan atau koreksi berita kepada Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi (GR) tertanggal 1 Maret 2017.

Dalam isi surat bantahan/koreksi berita itu menyebutkan, bahwa kronologis kejadian yaitu pada hari Rabu (22/02) pukul 11.00 Wib di kantor UPT Dinas Sosial Kec.Mandau, masyarakat ramai mengurus rekomendasi perolehan kartu BPJS sebagai pengganti Jamkesda.

Guna mempermudah tata kerja dan menghindari pelayanan yang pilih kasih, maka pihak UPT Dinas Sosial Kec.Mandau, memberlakukan ‘taat antri’ tanpa terkecuali.

Ditengah berlangsungnya verifikasi persyaratan dan data yang ada, salah seorang masyarakat berinisial MM berkasnya tidak lengkap, sehingga petugas menyarankan agar dilengkapi persyaratannya. Namun, MM tidak mau dan ribut, lalu saya mengambil berkas tersebut sambil mengatakan kepada MM agar berkas datanya ditinggal untuk dicek langsung oleh saya, akhirnya MM pulang dengan rasa kesal.

Setelah saya cek, ternyata sama hasilnya seperti yang dilakukan oleh rekan kerja saya yaitu, tidak adanya surat rujukan/rawat inap/kontrol dari rumah sakit.

Keesokan harinya MM datang untuk menagih surat rekomendasi tersebut, namun tidak ada, karena saya langsung menjawab belum bisa dikeluarkan, karena persyaratannya belum lengkap. Namun MM tidak mau tahu, dan berusaha untuk memaksa rekomendasi dari UPT Dinas Sosial, agar dikeluarkan pada saat itu juga.

Mengingat MM tidak memahami permasalahan berkasnya yang tidak lengkap, dan membuat suasana ricuh ditengah kerumunan masyarakat yang juga sedang mengurus rekomendasi, maka saya kembali memanggil MM agar masuk ke ruangan saya, untuk memperjelaskan permasalahan.

Tapi tak habis pikir, MM bukanya mau mendengarkan ajakan saya, dengan rasa bangga dan penuh sombong MM berkata, “belum tahu kalian, saya ini wartawan harian”. Tanpa pikir panjang dan spontanitas saya berkata, “wah miskin kali kamu jadi wartawan…dan kata-kata yang lain”, jadi maunya kamu karena wartawan seenaknya saja? bagaimana mungkin mau memberikan informasi ke masyarakat dengan cara begini, sementara kamu wartawan tak mau tahu dan tak mau mengikuti aturan”, hardik saya.

“Jujur saya nyatakan, benar adanya saya melontarkan kata-kata kasar terhadap salah seorang yang mengaku wartawan harian, yang bernama MM. Jadi bukan kepada masyarakat yang datang ke kantor UPT Dinas Sosial, seperti diberitakan disalah satu media online terbitan Pekanbaru”, jelas DH Staf honorer UPTD Sosial dalam pers rilisnya, ketika undang pertemuan dengan beberapa awak media di salah satu kedai kopi kota Duri, Sabtu siang (04/03).

MM ketika dikonfirmasi media ini Sabtu sore (04/03) melalui nomor HPnya mengatakan, bahwa masalah itu sebenarnya sudah selesai, dimana ia dan pihak UPT Dinas Sosial sudah saling memaafkan. “Ya….namanya manusia pasti ada emosinya, saya pada waktu itu memikirkan keadaan istri saya yang sedang di rumah sakit jadi terbawa emosi, dan ibu DH mungkin juga emosi karena sudah letih melayani banyak masyarakat yang datang mengurus rekomendasi tersebut, dan mengenai perkataan Ibu DH itu, saya tidak ingat lagi apa dia mengucapkan kata kotor atau apa, saya tidak ingat lagi,” sebut MM.

Dilanjutkannya lagi,” mengenai berita di media online (GR),  saya tidak ada dikonfirmasi sebelumnya dan sudah saya hubungi wartawannya melalui HPnya, dia minta maaf kepada saya karena tidak konfirmasi kepada saya yang mengetahui kejadian sebenarnya, mengenai kalimat saya wartawan harian , itu tidak benar, yang saya katakan, ‘saya wartawan’, saya masih berada di Rohil, saya akan ke Duri untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap MM.**(Julieser)

Tinggalkan Balasan