Masyarakat Jangan Takut Berobat ke RSUD Melalui BPJS

0
421

DURI, SUARAPERSADA.com – Masyarakat Bengkalis, khususnya Mandau dan Pinggir, tak perlu takut berobat ke RSUD di Duri dengan menggunakan BPJS Dinas Sosial. Pihak RSUD siap melakukan pelayanan dengan baik kepada pasien yang memang tidak mampu, termasuk masalah obat-obatan masyarakat, jangan takut diberi obat murahan/tidak sesuai, “itu tidak benar, karena kami memberikan obat yang bagus kepada pasien yang menggunakan jalur BPJS sesuai yang dibutuhkan pasien, atau dalam arti tergantung penyakit pasien, jadi anggapan masyarakat begitu, mereka takut dikasih obat murahan, padahal yang sebenarnya tidak begitu,” kata Rangga kepada suarapersada.com diruangkerjanya selaku Humas RSUD, Senin (13/02) pagi.

Dilanjutkannya lagi, “pernah ada pasien datang ke sini, lalu kami tanyakan, pakai BPJS atau umum, mereka jawab lewat jalur umum, lalu kami layani dan dirawat inap, setelah beberapa hari pasien mau keluar dan ditunjukkan besar biayanya, pihak keluarga terkejut, kemudian karena uang tidak cukup, minta dialihkan lewat jalur BPJS, nah ini kan jadi rumit, kalau dari semula dikatakan lewat jalur BPJS tidak ada masalah, kan sama juga pelayanannya, obat-obatan juga sama. Tetapi, setelah kami tanyakan, pihak keluarga bilang takut lewat jalur BPJS  karena obatnya murahan, lalu kami jelaskanlah kepada mereka dan akhirnya mengerti,” jelas Rangga.

Disinggung mengenai kartu BPJS Jamkesda yang sudah dipegang masyarakat, apakah harus melanjutkan setoran perbulannya ke kantor BPJS ? Rangga menjawab, “tidak perlu lagi pak, karena pihak Pemkab Bengkalis yang membayar, jadi cukup hanya satu kali saja masyarakat membayar, ketika pertama kali  mengurus melalui Dinas Sosial, kalau masyarakat datang kesini lagi mau berobat, asalkan ditunjukkan kartu BPJS, langsung kita layani dan tak perlu takut pelayanan kurang atau obat-obatan murah,” ungkap Rangga.

“Jangankan kartu BPJS, pernah ada seorang anak umur 16 tahun,, tidak punya KTP dan KK,  pasien rawat inap, karena patah kaki, kami tetap melakukan perawatan hingga sembuh bisa berjalan kembali, kemudian sipasien itu pulang, nah masalah pembiayaan kami koordinasikan dengan pihak Pemkab melalui Dinas Sosial, dan kalau ada pasien tidak mampu dari luar daerah, tetap kami rawat disini, kemudian kami komunikasikan dengan pihak pemerintah daerah asal pasien,” jelasnya lagi.**(Julieser)

Tinggalkan Balasan