Polda Sumut Pastikan 11 Warga Lampung di Tobasa Bukan Teroris

0
395

MEDAN, SUARAPERSADA.com11 orang warga Lampung yang sempat diduga teroris, ternyata adalah pegawai UD Tabek Jaya yang beralamat di Desa Raya Raden Intan, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tangga Mus, Lampung.

Kasubbag Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Kasat Intelkam Polres Tobasa, AKP Nazaruddin, ke 11 warga tersebut adalah karyawan UD Tabek Jaya Desven Riady dan mereka diberi surat tugas dan kendaraan mobil Avanza BE 2217 VW.

“Informasi tersebut didapat kasat intelkam setelah menelpon pimpinan UD Tabek Jaya Desven Riady melalui handphone,” kata Nainggolan kepada wartawan, di Polda Sumut, Selasa. (06/12).

Nainggolan mengatakan karyawan UD Tabek Jaya itu telah berada di Kabupaten Tobasa selama lima hari dan akan tinggal di sana selama satu bulan.

“Mereka mengontrak selama 30 hari dengan biaya Rp 1 juta di rumah M Siahaan,” katanya.

Berdasarkan interogasi dan wawancara terhadap ketua kelompok warga Lampung tersebut, Syahmiri (43) keberadaan mereka di wilayah tersebut sudah diketahui kepling setempat.

“Untuk melancarkan kerja mereka membuat peta lokasi agar tidak terjadi kesalahan di lapangan. Peta lokasi mereka buat untuk memudahkan mereka berjualan peralatan rumah tangga dan alat penghemat gas. Dan keberadaan mereka disetiap daerah atau desa sudah diketahui oleh Kades atau Kadus setempat,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin (05/12) kemarin sekitar pukul 23.00 Wib bertempat di rumah kontrakan M Siahaan jalan Tandang Buhit Kelurahan Pardede Onan, persis di belakang Gereja Katolik, telah ditemukan 11 orang laki-laki yang berasal dari Provinsi Lampung.  Kesebelas orang tersebut pernah mengontrak di kecamatan Siborong-Borong.

Keberadaan mereka sempat dicurigai dan diisukan sebagai anggota jaringan teroris oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

“Dari hasil interogasi dan wawancara yang dilakukan oleh Sat Intelkam Polres Tobasa dan koordinasi dengan Densus 88 AT sampai saat ini belum dapat ditemukan bukti keterlibatan mereka dalam jaringan teroris,” kata Nainggolan.

Adapun Ke 11 orang tersebut adalah Syamsiri (42), Junaidi (48), Zarruddin (49), Erwinsyah (21), Fikri Irawan (17), Suprizal (22), Daniel Syahputra (30), Devi Irawan (29) Arif Riansyah (24),  Azmi Ardiansyah (23) dan Wahyudi (28). Kesemuanya adalah warga Tanggamus, Lampung.**(Win)

Tinggalkan Balasan