Wabup Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan

0
895

BAGANSIAPIAPI, SUARAPERSADA.comPemkab Rohil laksanakan Peringatan Hari Pahlawan Nasional (HPN) 2016 dengan melaksanakan apel pengibaran bendera merah putih dihalaman Kantor Bupati Lama, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Kamis (10/11) silam. Peringatan hari yang bersejarah tersebut dipimpin oleh wakil Bupati (Wabup) Rohil, Drs Jamiluddin sebagai Inspektur Upacara.

Apel hari bersejarah itu diikuti oleh seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Para pejabat dilingkungan pemkab Rohil, Pegawai Negri Sipil (PNS) dan honorer, Veteran, TNI/Polri, Para Pelajar, Organisasi masyarakat, Organisasi kepemudaan dan lain sebagainya.

Wabup Rohil,  Jamiluddin Pimpin Upacara peringatan hari Pahlawan di pemkab Roan Hilir
Wabup Rohil, Jamiluddin Pimpin Upacara peringatan hari Pahlawan di pemkab Rokan Hilir

Dalam sambutannya wabup Jamiluddin mengatakan, sesuai dengan tema Hari Pahlawan tahun ini”Satukan Langkah Untuk Negeri”. Untuk itu kita mengajak seluruh komponen bangsa untuk tidak hentinya mengenang jasa pahlawan Di kenang dan sebagai generasi penerus untuk mengimplementasikan dengan bekerja tekun sesuai profesinya masing-masing,” katanya.Mensos yang menekankan bahwa setiap tanggal 10 November Bangsa Indonesia memperingati

Hari Pahlawan sebagai momen reflektif untuk memberikan makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

“Peristiwa 10 November memberi pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah “politik ketakutan”, melainkan “politik harapan”. Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan,” sebut Wabup

Wakil Bupati dan Ketua DPRD Rohil sedang menabur bunga di makam Pahlawan usai upacara
Wakil Bupati dan Ketua DPRD Rohil sedang menabur bunga di makam Pahlawan usai upacara

Peringatan Hari Pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.”Semangat Kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tiada mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara,” katanya menekankan.

Sejarah Peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 1945 tidakakan terjadi jika pada tanggal 17 Agustus tahun 1945, Soekarno dan Hatta tidak mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta 2 hari setelah menyerahnya Pemerintah Jepang pada perang Pasifik.

Berita tentang kemerdekaan ini kemudian menyebar ke seluruh kepulauan, membuat masyarakat Indonesia merasakan sebuah kebebasan dimana mereka kemudian menjadi pro-republik. Dalam beberapa minggu setelah itu, terjadi sebuah kekosongan kekuatan baik dari luar maupun dalam Indonesia, hal ini digunakan oleh sekelompok pasukan

Pemberian Cenderamata kepada para Veteran bersempena peringatan hari Pahlawan di kab. Rokan Hilir
Pemberian Cenderamata kepada para Veteran bersempena peringatan hari Pahlawan di kab. Rokan Hilir

Belanda yang dibantu oleh beberapa pasukan Jepang untuk menaikkan bendera Belanda di luar Hotel Yamato pada tanggal 19 September 1945. Hal ini membuat tentara milisi Indonesia murka, dimana mereka menghabisi pasukan gabungan kecil milik Belanda dan Jepang demi merobek bagian biru dari bendera Belanda tersebut. Karena kekacauan ini, salah satu pemimpin kelompok Belanda yang bernama Mr Ploegman ikut terbunuh.

Perang Surabaya menuliskan sejarah Hari Pahlawan Nasional 10 November 1945 sudah menyalakan api kecilnya ketika seorang Komandan senior Jepang di Surabaya yang bernama Shibata Yaichiro memutuskan untuk mendukung Republik dan menyatakan bahwa ia siap membantu Indonesia dengan suplai persenjataan.**(Adv/Hms)

Tinggalkan Balasan