PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Menyikapi musim hujan di kota Pekanbaru, Plt. Walikota Pekanbaru Edwar Sanger meminta Camat dan Lurah se-Kota Pekanbaru untuk siaga banjir. “Musim hujan mulai tiba, camat dan lurah hingga RT/RW agar waspada banjir,” kata Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru, Edwar Sanger di Pekanbaru, Kamis (17/11).
Edwar menjelaskan musim hujan selalu membawa dampak buruk bagi lingkungan, khususnya jika terjadi penyumbatan pada saluran air atau drainase yang mengakibatkan terjadinya genangan bahkan banjir. “Melihat kondisi musin hujan sekarang ini, maka dimintakan kepada Camat dan lurah untuk siaga mengantisipasi dampak buruk banjir,” ucapnya.
Edwar Sanger juga memerintahkan para camat dan lurah hingga RT/RW untuk menggalakkan gotong-royong di masyarakat.”Pejabat di wilayah tolong, daerahnya dipantau. Kalau yang biasanya tergenang air, sudah harus disurvei apa penyebabnya,” tegas dia.
Edwar Sanger juga menganalisa saat banjir melanda, masyarakat sangat rentan terjangkit berbagai macam penyakit. Seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) lalu diare dan gatal-gatal kulit.
Karena itu ia juga mengimbau warga untuk mengantisipasi penyakit yang biasa muncul pada masa memasuki musim penghujan seperti DBD dan malaria.
Yang pasti kata dia lagi langkah utama untuk mencegah berbagai gangguan penyakit itu adalah menjaga pola hidup bersih dan sehat.
“Waspadai dampak perubahan pola penyakit yang dipicu kondisi lingkungan, seperti DBD, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), malaria, kulit serta diare,” katanya menambahkan.
Plt.Walikota Pekanbaru yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau ini, juga meminta para camat dan lurah untuk proaktif melaporkan ke Dinas terkait bila ada proyek pengerjaan drainase yang belum selesai, atau terbengkalai. Agar saluran air ini segera dibenahi kalau memang dalam keadaan rusak.”Karna ini salah satu faktor penyebab bencana banjir. Makanya ini perlu sangat diperhatikan,” sebutnya.
Ia berharap warga bersama-sama melakukan upaya antisipasi, seperti membersihkan saluran air dari sampah, dan tidak membuangnya ke selokan atau sungai.
Dikatakan Edwar Sanger, hujan itu berkah, tapi juga kemungkinan bisa jadi bencana, kalau tidak kita antisipasi dampaknya, tegasnya.**(jsn)




















































