PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Pemerintah Kota Pekanbaru terpaksa harus menunda pembangunan gedung Perkantoran mewah Pemko Pekanbaru dengan proyek multiyears yang menelan anggaran APBD Pekanbaru sebesar Rp 1,2 triliun yang berlokasi di Kecamatan Tenayan Raya. Kepastian Penundaan pembangunan gedung perkantoran tersebut dijelaskan Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT, usai melakukan kunjungan ke kawasan perkantoran, Senin lalu.
Wali Kota Pekanbaru, Firdaus ST MT didampingi kepala Dinas Bina marga Pekanbaru, Zulkifli Harun dan beberapa pejabat terkait menjelaskan, sebelumnya Pemko Pekanbaru menargetkan, pembangunan gedung perkantoran dan jalan menuju kawasan perkantoran akan selesai dalam tahun 2016. “Namun karena resesi ekonomi dunia yang terpaksa pembangunan ditunda, khususnya pembangunan gedung,” terang Walikota, Selasa (16/8).
Menurut Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT, kondisi pembangunan fisik gedung sudah mencapai 50 persen. Proges tersebut sudah sangat molor dari target yang direncanakan. Seharusnya Desember 2016 mendatang sudah selesai. Namun karena resesi dunia yang cukup berpengaruh kepada Pekanbaru, sehingga rencana semula tidak tercapai.
Sementara Kepala Dinas Bina Marga kota Pekanbaru Zulkifli Harun MT menyebutkan, sekalipun kondisi keuangan Pemko Pekanbaru sangat dipengaruhi resesi ekonomi dunia, bukan berarti secara keseluruhan pembangunan kawasan perkantoran di hentikan. “Kita akan tetap mengerjakan pembangunan jalan. Semua akses jalan menuju komplek Perkantoran Tenayan Raya akan di aspal dan dalam bulan September sudah selesai,” kata Zulkifli.**(jsn)





















































