2022 Angka Pengangguran Di Pekanbaru Mencapai 8 Persen

0
29

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Tahun 2022 di kota Pekanbaru terjadinya peningkatan angka pengangguran. Tingginya angka pengangguran desebabkan dari kalah bersaing dengan pencari kerja (pencaker) luar, hingga tamatan terdidik yang tidak terlatih seperti yang diharapkan perusahaan.
Dan diperburuk dengan pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Kadisnaker kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Rabu (28/9/2022).

Menurut Abdul Jamal, pandemi Covid-19 memang menjadi permasalahan besar di bidang. Salah satunya berdampak terhadap tingkat pengangguran yang cenderung terjadi kenaikan. “Angka pengangguran kita sudah mencapai 8 persen. Itu sudah melebihi tingkat nasional sebesar 6 persen.  Ini memang menjadi persoalan yang hampir merata terjadi di kota-kota besar, terkait pencari kerja atau pengangguran yang jadi perhatian, terang nya.

Menurut Jamal, keberadaan perusahaan menjadi faktor utama dalam menyelesaikan tingginya angka pengangguran di Kota Pekanbaru.  Di Pekanbaru sendiri tidak ada perusahaan industri seperti pabrik yang memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak.

Kemarin kita dapat informasinya bahwa di Pekanbaru ini perusahaan rata-rata hanya bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Jadi tidak ada pabrik yang bisa menampung ribuan orang tenaga kerja. Tetapi yang banyak perkantoran, jadi paling banyak 20 sampai 100 orang tenaga kerja,ulasnya.

Lanjutnya, untuk menghadapi persoalan tingginya pengangguran perlu mendapat perhatian serius. Apalagi masih banyak pencaker yang tidak mendapatkan pekerjaan lebih dari enam bulan dari ia membuat kartu pencaker di Disnaker. “Pekanbaru ini ekonominya memang menggeliat, sehingga nanti urban juga banyak. Itu menurut catatan di BPS, itu jika sudah enam bulan berada di Kota Pekanbaru, jika belum mendapatkan kerja itu sudah dimasukkan ke dalam angka pengangguran. Makanya kita lihat urban di Pekanbaru itu tinggi karena sebagai ibukota Provinsi Riau, sebutnya.

Lagi kata Abdul Jamal, pihak Disnaker Pekanbaru juga bersinergikan dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau dalam mencari solusinya. “Beberapa tahun ini sudah tidak ada job expo, tetapi kita punya Info Kerja yang menyediakan lowongan kerja (loker) atau job expo online. Jadi ke depan bisa saja ini online di-link-kan dengan Disnaker Riau. Jadi pencaker lebih banyak memilih loker yang diinginkan. Pencari kerja juga bisa mencari lowongan kerja di bursa

Ia juga menyebutkan, permasalahan lainnya seperti perusahaan masih banyak yang belum melaporkan tenaga kerja, melaporkan tenaga kerja merupakan suatu kewajiban. “Kemarin kita sudah bentuk Forum HRD dengan 150 perusahaan yang bergabung dari 1.500 perusahaan yang ada di Pekanbaru, mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu untuk mengurangi angka pengangguran tersebut,” terangnya.

Jamal menjelaskan, pengangguran saat ini justru banyak pengangguran terdidik. Sementara yang banyak dicari adalah yang terlatih. “Jadi belum selaras antara dunia pendidikan dengan dunia usaha. Itu merupakan satu persoalan sehingga pencaker Pekanbaru kalah saing dengan pencaker luar. Kondisi itulah menyebabkan angka pencaker atau pengangguran semakin meningkat, tutupnya.(jsR).

Tinggalkan Balasan