PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Marah,jengkel dan rasa kecewa oleh puluhan pedagang pasar kaget Jalan Sultan Kasim melawan puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru saat melakukan penertiban kembali aktifitas dagangan mereka, Rabu (14/3) sore.
Kericuhan pecah sekitar pukul 16.00 WIB antara Satpol PP Pekanbaru dengan pedagang pasar kaget. Kericuhan berawal saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban dan membongkar lapak dan memaksa tiutup dagangan mereka dengan kesan arogan. Personil Satpol PP menarik paksa dagangan para pedagang dari salah satu lapak dan memasukkan kedalam truck.
Parahnya lagi, salah satu personel Satpol PP dengan emosi membanting-banting barang jualan pedagang saat hendak menurunkan dari sepeda motor yang sedang parkir.
Tidak terima dengan sikap arogansi Satpol PP, puluhan pedagang melakukan perlawanan dengan mendorong personel Satpol PP dan perang mulutpun terjadi.
“Apa hak mu merusak barang saya, itu bukan dijuaal. Jangan sombong ya, baru jadi anggota Satpol PP sudah belagak,” hardik Nadia seraya diaminkan puluhan pedagang lainnya.
“Kami di sini berjualan hanya mencari makan. Jangan mentang-mentang masyarakat lemah, kami selalu ditindas. Berjualan salah, mencuri salah, mengemis salah, apalagi jual diri kami pasti ditangkap. Kami berjualan diatas lahan milik kami sendiri,” kata Nadia.
Mendengar ocehan pedagang, sang Satpol PP balik memarahi dan menghardik pedagang,” Mau apa, kau tandai ini nama aku, sambil menunjukkan seragam Satpol PP. Nama saya Wiko,” hardiknya membalas.
Kondisi sedikit tenang setelah dilakukan negosiasi antara petugas dan pedagang. Tapi saat pedagang meminta agar barang mereka yang di tangkap dikembalikan, namun ditolak petugas Satpol PP, kericuhan pun kembali terjadi. Puluhan pedagang mencoba menerobos pagar betis Satpol PP. “Kembalikan ikan itu. Ikan itu masih utang sama toke,” teriak pedagang.
Untung saja Petugas kepolisian Rumbai dengan sigap mengamankan situasi, sehingga tak sampai terjadi kontak fisik kedua belah pihak.
Situasi kembali memanas, saat Camat Rumbai Zulhelmi Arifin tiba di TKP. Para pedagang tersulut emosi melihat sosok camat. “Itu Camat kurang ajar, kami warga saja di kotak – kotakan. Kami mau diusir pakai preman. Itu zalim sekali,” ujar pedagang seraya mengejar Zulhelmi. Upaya pedagang dihalangi Satpol PP Pekanbaru. Dan pedagang melempari Satpol PP dengan telor. dan nyaris mengenai Kakan Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian.
Situasi kembali tenang, setelah pihak Satpol PP berdialog dengan para pedagang. Alhasil barang mereka di kembalikan setelah pedagang membuat perjanjian tidak berjualan lagi di lokasi tersebut.
Camat Rumbai Zulhelmi Arifin didampingi Kakan.Satpol PP Pekanbaru menjelaskan, pihaknya akan terus terus memantau kegiatan di lokasi tersebut sampai benar – benar tertib. “Kita harus mengacu kepada perda nomor 9 tahun 2014 tentang pasar kaget,” tegasnya.
Zulhelmi juga membantah dengan tegas tudingan pedagang yang menyebutkan penertiban di lakukan dengan preman. “Kita sudah berulang kali berunding tapi mereka menolak,” tutupnya.**(jsn)




















































