Jelang Puasa, Harga Sembako di Bagansiapiapi Naik 15 Persen

0
568

BAGANSIAPIAPI, SUARAPERSADA.com – Menjelang menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan atau bulan puasa, harga-harga sembako yang berada di kecamatan Bangko, kusunya di ibu kota Bagansiapiapi telah terjadi kenaikan harga sebanyak 15 persen.

“Adapun kenaikan harga sembako terjadi ditiga lokasi pasar seperti Pasar datuk Rubiah,Pasar Bintang dan Pasar Bagan Hulu. Untuk kenaikan barang sembako adalah harga, Daging Ayam Telur, Gula, Bawang Merah, Cabe dan mengalami kenaikan 15 persen, sedangkan Beras dan Daging Sapi belum terjadi kenaikan harga,” kata Kepala Dinas Dispridang Syafruddin S,sos melalui Kabid Perdagangan Rafizal saat di wawancarai media ini, selasa (16/6).

“Tiga hari menjelang puasa harga sembako di kecamatan Bangko khususnya di Bagansipaiapi, masih relatif stabil. Namun pada tanggal 16 Juni 2015 kenaikan harga sembako kini melonjak naik dari harga sebelumnya mencapi 15 persen,” ucap Rafizal.

Untuk kenaikan harga beras belum terjadi kenaikan di wilayah Kecamatan Bangko masih tetap 10.000, Bagansinembah 9.500, pujud 12.000, Palika 11.500, Tanah Putih 11.500, Kuba 9.000, Kubu 9.000 dan Batu Hampar 12.000. Untuk harga Daging masih harga lama yakni 125 perkilo.

Lanjut Kabid Perdagangan, untuk harga sembako mengalami kenaikan sebanyak 15 persen seperti harga cabe merah terbaru 65.000 kg, sebelumnya harga mencapai 45.000 per kg, Bawang Merah lokal 38.000 harga sebelumnya 32.000 sampai 35.000  per Kg, Daging ayam 35.000 perkilo sebelumnya 30/34 perkilo, telur ayam 1.200 sekarang 1.300 perbutir, daging sapi masih 125 perkilo.

“Disperindang telah berupaya mengadakan pemantauan, pembinaan dan pengawasan terhadap kenaikan harga-harga sembako, kita mendekati distributor. Dengan melakukan pendekatan. memang ada kenaikan harga sembako secara nasional, tidak hanya di kecamatan Bangko saja, semuanya mengalami kenaikan. Tetapi kita berharap kepada distributor pemasok barang suapaya harga harga jagan terlalu tinggi dinaikan. Kalau ada penambahan tolong disesuaikan,” cetusnya.

Kita telah melakukan pendekatan, istilahnya mendekati karena distributor pemasok barang tidak tentu, terkadang sayur sayuran, bawang,cabe, itu datangnya dari medan, kemungkinan stock barang mulai berkurang, maka terjadi kenaikan harga, itu yang sering jadi permasalahan.

Penimbunan Barang

Untuk saat ini belum terjadi penimbunan barang, kecuali beras. karena beras itu disimpat di gudang. Bukan penumpukan, tetapi wajib harus ada di gudang untuk menghadapi bulan puasa dan lebaran. Kalau sayur mayur ini tidak mungkin terjadi penimbunan, pihak Disprindang terus melakukan pemantauan,pengawasan. Lagi pula kalau ada penimbunan sembako ini cepat busuknya, tidak mungkin terjadi.

 

Rafizal mengakui, pihaknya telah melakukan sidak di setiap mini market kemaren, hampir semua kecamatan kita lakukan sidak. Untuk wilayah lebih kurang 8 kecamatan yang kita bagi tim untuk melakukan sidak disetiap mini market maupun toko swalayan. Adapun kecamatan yang telah kita lakukan sidak yakni, Kecamatan Bangko, Bagansinembah, Pujud, Palika, Tanah Putih, Kuba, Kubu dan Batu Hampar. Itu untuk toko swalayan insallah sampai saat ini alhamdulilah tidak ada terjadi barang-barang yang kita kuatirkan.**jarmain

Tinggalkan Balasan