Klinik “Sundari” Tidak Pernah Merawat Pasien Covid-19 Ini Penjelasannya

6
1656
dr. Taufiq Petugas Medis Klinik Sundari

MERANTI, SUARAPERSADA.com – Minggu, (31/05/2020) Pihak Klinik Sundari menggelar konferensi Pers bersama sejumlah wartawan yang tergabung di Ikatan Wartawan Online (IWO) PD Kabupaten kepulauan Meranti-Riau bersama untuk klarifikasi dan meluruskan pemberitaan terkait penanganan pasien Jhoni. yang sempat heboh di tengah masyarakat yang terkesan merusak citra klinik Sundari.

Menurut pihak Klinik Sundari yang disampaikan dr. Taufiq, kronologisnya pada hari senin tanggal 23 Mei 2020 anak dari calon pasien bernama Jhoni, warga yang beralamat di Jalan Belanak Selatpanjang Barat, datang ke klinik sundari dan berkoordinasi dengan Tim Dokter klinik yang bertugas pada saat itu. Kebetulan yang bertugas saat itu adalah Dr.Taufiq. Di klinik tersebut, anak pasien menjelas kepada dr.Taufiq bahwa orang tuanya sakit dan meminta rawat inap. Namun tim dokter pada saat itu tidak mengizinkan pasien dirawat inap. Tetapi dokter Taufiq mendatangi rumah calon pasien, serta memeriksa pasien atau disebut dengan Home Visite (Rawat dirumah).

Dari hasil pemeriksaan dokter Taufiq didapatkan analisa dan dokter Taufiq memberikan obat kepada calon pasien. Sehari kemudian (Selasa 24/5) anak dari pasien melapor keluhan orang tuanya dengan kodisi lemah dan mual.

Kepada anak pasien, Dokter Taufiq mengatakan hal itu merupakan efek obat, karena calon pasien sudah mengkonsumsi obat yang diberikannya, sehingga beliau mengalami lemah dan mual, tutur dokter Taufiq.

Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2020 sore, Tim Dokter Klinik Sundari menyarankan calon pasien untuk dibawa ke RSUD Kabupaten kepulauan Meranti dan disetujui keluarga pasien dan langsung dilakukan Ravid Test.

Pada hari Kamis Tim Dokter RSUD Kabupaten kepulauan Meranti membawa pasien ke puskesmas Alai untuk di Ravid Test dan Sitiscan, Dipuskesmas alai tersebut ada kontak dengan 4 petugas medis, diantaranya 2 reaktif dan 2 lagi Non Reaktif.

Kemudian Hari Kamis sore Tim Dinkes Kabupaten kepulauan Meranti Tracking Kontak dengan petugas medis klinik Sundari. Selanjutnya hari Jumat pagi 4 tenaga medis klinik Sundari diarahkan agar ke RSUD kabupaten kepulauan Meranti untuk diadakan Ravid Test dan Sitiscan, hasilnya non reaktif disitiscan dalam batas normal.

Sementara hasil Swab pasien atas nama Jhoni, hasilnya negatif, sesuai hasil Swab pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020.

Demikian penjelasan atau klarifikasi dokter Taufik petugas medis klinik Sundari kepada sejumlah wartawan dalam konferensi pers tersebut, (TIM)

6 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan