Beranda Breaking News IPAL Pemegang Sertifikat RSPO Jebol, Cemari Sungai Pematang

IPAL Pemegang Sertifikat RSPO Jebol, Cemari Sungai Pematang

211
0

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Kasus jebolnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Pabrik Kelapa Sawit PT Inti Indosawit Subur yang tergabung dalam group Asian Agri pada Selasa (2/2/21) lalu masih menunggu keseriusan aparat penegak hukum.

Hal tersebut disampaikan ketua Yayasan Lingkungan Hidup Anak Rimba Indonesia (ARIMBI), Mattheus kepada media ini, Sabtu (13/02/21) di Pekanbaru.

Menurut Mattheus, sebagai komitmen ARIMBI dalam menjaga kelestarian lingkungan, pihaknya akan terus mengawal proses penegakan hukum terhadap kasus ini.

“Perusahaan ini mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Dimana ada komitment-komitment yang harus ditaatinya. Salah satunya adalah soal menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mattheus mengawali perbincangan.

“Peristiwa jebolnya instalasi limbah ini, lanjutnya, merupakan kelalaian pihak PT. Inti Indosawit Subur sehinga mengakibatkan kerusakan disepanjang alur sungai Pematang, Desa Air Hitam, Pelalawan, Riau”.

Lanjut dia, perubahan warna pada air sungai menjadi hitam pekat dan matinya ikan  menandakan konsentrasi limbah tersebut mengandung kimia berbahaya.

“KIta harap Polres Pelalawan segera mengumumkan hasil penyelidikan mereka, karena limbah ini telah menyebabkan ikan mati dan warga tidak bisa memanfaatkan air sungai,” kata Mattheus.

Sebagaimana diberitakan aktualdetik.com, salah seorang Humas PT Indosawit Ukui, Sitompul saat dikonfirmasi memberikan penjelasan bahwa memang telah terjadi musibah jebolnya tanggul limbah milik PKS mereka. Rusaknya tanggul ini diduga akibat hujan lebat.

Sitompul juga mengakui pihak Dinas Lingkungan Hidup Pelalawan juga sudah berada di lokasi sungai yang diduga tercemar tersebut. Namun belum ada memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis, Polres Pelalawan juga belum menyampaikan press realese, sejauh mana proses hukum atas kasus pencemaran lingkungan ini.**(Dir)

Tinggalkan Balasan