Koordinator Wilayah Konsorsium Pembaharuan Agraria Sumatera Utara (KPA Sumut) Hawari Hasibuan

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Sepekan meninggalnya Golfrid Siregar aktivis Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Walhi Sumut), hingga kini belum diketahui penyebab pasti luka parah dikepala sampai meninggal dunia di RSUP Adam Malik, Medan. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Golfrid sempat mendapatkan perawatan selama 3 hari.

Banyak pihak tidak percaya, meninggalnya aktivis Walhi tersebut akibat kecelakaan tunggal sebagaimana dugaan sementara pihak Kepolisian. Ketidak percayaan banyak pihak, karena kecilnya kerusakan sepeda motor korban dan Kepolisian belum menghadirkan saksi yang melihat langsung kejadian kecelakaan tunggal tersebut.

“Apalagi sampai saat ini belum ada CCTV yang menunjukan kecelakaan tunggal tersebut di Underpass Titi Kuning, Medan Johor,” demikian disampaikan Hawari Hasibuan, Koordinator Wilayah Konsorsium Pembaharuan Agraria Sumatera Utara (KPA Sumut), melalui rilis persnya (14/10/2019), di Medan.

“Dugaan awal Kepolisian tersebut mengindikasikan penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara, sepertinya kurang serius mengungkap kasus ini. Kasarnya, Polisi tidak mau capek. Menurut kami, Kepolisian mestinya bekerja maksimal dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Dengan bukti yang masih minim, terkesan Kepolisian memaksakan bahwa peristiwa yang dialami Golfrid Siregar adalah akibat kecelakaan tunggal,” sebut Hawari

Lagi kata Hawari, jika kita perhatikan dan amati lebih jeli, CCTV RS Mitra Sejati yang banyak beredar di media social, memunculkan banyak pertanyaan. Misalnya, jika dibandingkan dengan 3 tersangka yang ditetapkan Kepolisian. Salah satunya adalah si pembawa becak yang berpakaian, menurut saya, necis, tidak seperti umumnya tukang becak, juga tidak menggunakan jaket, padahal kejadian dini hari. Jika diamati gambar hasil CCTV, pebecak yang mengantarkan korban tersebut juga sepertinya masih berusia relatif muda, sedangkan yang menjadi saksi pada saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan akhirnya ditahan kepolisian, tampak sudah lebih tua.

“Apalagi dalam waktu yang bersamaan Kepolisian memanggil Onrizal atas statusnya yang disangkakan mengandung unsur pelanggaran undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE). Sebenarnya jauh dari asumsi jika kasus ini tidak saling berarsiran, tapi ketika pemanggilan tersebut bersamaan jadi sepertinya ada keterkaitan antara meninggalnya aktivis Walhi Sumut dengan aktivitas kerja advokasinya selama ini. Harapannya desas-desus ini bisa dijawab dengan proses yang transparan dan akuntabilitas sebagaimana tertuang dalam UU nomor 2 tahun 2002, tentang Kepolisian,” imbuhnya.

Sebagaimana dilansir media, Onrizal adalah ahli lingkungan hidup dari Universitas Sumatera Utara (USU) yang tandatangannya dipalsukan dalam dokumen adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PLTA Batang Toru, sehingga dokumen ini menjadi dasar terbitnya izin pembangunan proyek PLTA. Smentara, Onrizal mengatakan, dirinya tidak terliubat dalam melakukan kajian Amdal tersebut. Atas peristiwa tersebut, Onrizal membuat pengaduan ke Polda Sumut.

Lanjutnya lagi, agar tidak terjadi conlflic of interest dalam penanganan peristiwa Golfrid Siregar dan untuk memastikan proses penyidikan dan penyelidikan lebih independen dan transparan, maka Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Sumut mendesak agar Kapolri membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) dengan melibatkan berbagai macam unsur termasuk masyarakat sipil, baik nasional maupun lokal.

“Kita mau kasus ini dituntaskan, kita tidak mau kota Medan menjadi kota yang dicap sebagai daerah yang tidak aman bagi pekerja sosial, pekerja lingkungan, pekerja media (pers) dan penggiat HAM,” tandas Hawari.

Hawari, berharap agar kelompok masyarakat dan anggota KPA Sumut mengawal kasus ini. “karena Walhi Sumut merupakan rekanan atau lembaga lingkungan yang harus dijaga secara bersama dan kasus Golfrid Siregar ini bukan hanya milik keluarganya, tapi juga miliki publik, dan semua publik patut mengawalnya agar keadilan dan penegakan hukum yang adil bisa ditegakkan,” pungkasnya.**(Rls/RoniRoy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here