Ilustrasi Ruangan Labora Torium Sekolah

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Tahun Anggaran 2019 Dinas Pendidikan kota Pekanbaru berhasil menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk pembangunan Sarana prasarana Pendidikan mulai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP di Pekanbaru.

Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru melalui Pejabat Pemimpin Teknik Kegiatan (PPTK) yang juga Kasi.SMP Sapras Disdik Pekanbaru, Ferry Syukur, ST. MT yang dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (9/10) mengatakan, Disdik Pekanbaru sukses meraub DAK tahun 2019. Khusus untuk sekolah tingkat SMP menerima DAK sebesar Rp 4,7 miliar untuk enam sekolah, terangnya.

Adapun sekolah yang menerima kucuran DAK dan peruntukannya adalah, SMPN 44 Pekanbaru untuk pembangunan Labora torium (labor) dan Perpustakaan. SMPN 43 untuk pembangunan Labor dan Pustaka, SMPN 38 Pekanbaru pembangunan empat Ruang Kelas Baru (RKB) dan Pembangunan Labor IPA. Selanjutnya SMP 39 pembangunan Pustaka, SMPN 37 Pustaka dan SMPN 40 untuk pembangunan Labor IPA Dan seluruh pembangunan tersebut sudah termasuk moubilaer, urainya.

Dikatakan Ferry Syukur, DAK tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh masiing-masing sekolah. Artinya, cair dulu baru pekerjaan dimulai. Begitu juga dengan pencairan anggaran dibayarkan secara bertahab dan langsung kerekening sekolah penerima bantuan. Adapun pencairannya adalah, tahab pertama sebesar 25 persen, tahab kedua 45 persen dan terakhir sebesar 35 persen, papar Ferry.

Ditanya progres paksanaan. Menurit Ferry, hingga saat ini persentase ada yang sudah mencapai 30 persen. Tapi secara umum atau keseluruhan sudah mencapai 25 persen. Sementara dana yang baru diterima masing-masing sekolah baru sebesar 25 persen, yang diterima langsung oleh Panitia Pembangunan dan. Satuan Pendidikan (P2SP) sekolah masing-masing penerima bantuan, ujarnya.

Saat ditanya, apakah pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Menurut Ferry, jika dilihat cara kerja dan progres dilapangan, termasuk cepat dan bisa selesai tepat waktu, ucapnya

Hanya saja kata Ferry, yang namanya pekerjaan Swakelola, cepat dan lambatnya pekerjaan tergantung dengan ketersediaan anggaran. Kalau uang lancar maka pekerjaan akan selesai tepat waktu. Karena berdasarkan pengalaman, pencairan dana ABPN sering molor. Maka sangat tergantung dengan kucuran dananya, sebut Ferry lagi.

Dia berharap pencairan dana dari pusat berjalan dengan lancar sehiggga pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Yakni pada bulan Desember 2019 mendarang. “Disamping itu, kami akan melakukan pengawasan dengan ketat dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan,” pungkasnya.**(jsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here