Sekelompok anak anak terlihat antusias sedang bermain congkak dalam rangka meriahkan Hari Sumpah Pemuda ke- 91

ROHIL, SUARPERSADA.com – Zaman sekarang permainan tradisional hampir hilang akibat derasnya arus modernisasi dan perkembangan zaman serta teknologi digital yang semakin canggih. Padahal permainan tradisional tersebut sangat unik dan menarik untuk dimainkan secara berkelompok.

Hilangnya permainan tradisional di sebabkan anak anak zaman sekarang lebih memilih dan nyaman bermain dengan henphone (HP) android yang dengan mudahnya men-download berbagai aplikasi bermacam permainan game online.

Prihatin akan hilang permainan tradisional tersebut rupanya hal ini mendapatkan perhatian dari Mahasiswa dari STAI Ar-Ridho sekaligus mengajak anak anak bermain permainan tradisional di sela kegiatan car free day.

Permainan tradisional ini pun disambut antusias oleh anak anak yang ikut pada kegiatan Car Free Day pada Minggu 26 Oktober 2019 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari Senin 28 Oktober.

Adapun permainan tradisional yang yang diiniasi oleh para Mahasiswa STAI Ar-Ridho diantaranya seperti, engkrang, congklak, lompat karet dan permainan tradisional lainnya menjadi perhatian di sekitar Wisata Payung, berlokasi di Jalan Perwira, tempat dilakukannya permainan tersebut.

Permainan tradisional yang digelar diiringi alunan acoustic musik yang sengaja disiapkan oleh Mahasiswa STAI Ar Ridho, sekedar menghibur dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda semakin meriah.

“Yang mana untuk permainan seperti congklak, engkrang anak anak tersebut rela mengantri untuk ikut serta mencoba permainan tradisional tersebut,” kata salah satu Mahasiswa A-Ridho, Riki Dermawan, kepada wartawan, Minggu 27 Oktober 2019.

Riki menyebut, seluruh Mahasiswa STAI Ar Ridho sepakat untuk mengadakan kegiatan permainan tradisional tersebut menjadi salah satu agenda dari Mahasiswa Sekolah Tinggi Aagama Islam (STAI) Ar Ridho dan akan digelar di setiap hari Minggu.

“Awalnya hanya mencoba mengingat masa kecil dahulu yang agak jarang kami jumpai di zaman revolusi industri 4.0 sekarang ini,” kata Riki berujar.

Anak-anak zaman sekarang ini menurutnya lebih cenderung memilih permainan game online ketimbang permainan tradisional sehingga membuat anak anak lebih suka menyendiri dan kurang bersosialisasi dengan anak anak lainnya. Menurut Riki ini  perlu perhatian dari semua pihak.**(man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here